Semangat Inovasi - KliKata.co.id

Sumatera Barat Terancam Krisis Pangan Pasca Bencana, Praktisi Serikat Petani Indonesia:...
Dampak Banjir Bandang Tanah Datar : Foto: Vero Escobar
News / Daerah

Sumatera Barat Terancam Krisis Pangan Pasca Bencana, Praktisi Serikat Petani Indonesia: Kemana Dana Revitalistasi Lahan Pertanian?

Jumat, 31 Mei 2024 22:23 WIB oleh admin

Klikata.co.id|Sumbar|Bencana erupsi gunung Marapi sejak 03 Desember 2023 masih berlangsung hingga saat ini, bencana turunan seperti air bah dan banjir lahar dingin juga turut menambah duka bagi masayrakat yang terdampak. Tidak hanya bangunan rumah dan sekolah yang rusak akibat banjir lahar dingin tersebut, area pertanian dan perkebunan warga juga tidak luput dari beringasnya air yang turun dari hulu sungai gunung Marapi tersebut. Dengan situasi demikian, Sumatera Barat menghadapi ancaman krisis pangan kedepannya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sumatera Barat, Rustam Effendi, pada saat di wawancarai oleh tim Klikata.co.id, Rabu 29 Mei 2024, memaparkan beberapa analisa dan statement terkait permasalahan krisis pangan pasca bencana tersebut.

Pemerintah Terkesan Tidak Peduli

Rustam Effendi dalam wwawancara menyampaikan analisa dan kekecewaannya terhadap sikap pemerintah yang seolah tidak peduli pada persoalan ancaman krisis pangan.

"Analisa saya sederhana, pemerintah tidak care terhadap persoalan pangan ini, sejak erupsi Marapi 3 Desember 2024 yang dampaknya sudah dirasakan dengan matinya banyak tanaman akibat abu panas, hingga saat ini pasca bencana lahar dingin, belum ada tindakan konkrit yang dikerjakan pemerintah terkait revitalisiasi lahan pertanian ini. Resiko krisis pangan ini sebetulnya kami di SPI menilai sudah timbul bahkan sejak waktu awal Marapi erupsi" ucap ketua DPW SPI Sumbar tersebut.

Disisi lainnya, Rustam Effendi juga menyampaikan betapa krusialnya daerah Sumatera Barat sebagai penghasil pangan,

"Sumatara Barat terkhusus pada daerah terdampak bencana hari ini adalah sentra penghasil padi dan sayuran, termasuk juga beberapanya sentra peternakan sapi dan unggas. rusaknya daerah itu tidak hanya berdampak pada kawasan sekitar saja seperti Bukittinggi dan Agam, tetapi juga berdampak pada Provinsi tetangga, sebab daerah di lingkaran Marapi itu adalah penyuplai kebutuhan pokok untuk Sumatera Tengah (Sumbar, Riau, dan Jambi)" ucap Rustam

Langkah Menghadapi Krisis Pangan

Rustam Effendi juga menyampaikan beberapa langkah yang dapat ditempuh dalam upaya menghadapi krisis pengan.

"Langkah pertama yang dapat dilakukan hari ini tentu adalah kembali memperbaiki lahan pertanian yang ada itu. Pemerintah juga harus segera mengambil tindakan konkrit, dana revitalisasi lahan pertanian yang ada pada dinas pertanian harus segera di distribusikan guna kembali me revitalisasi lahan, ini bukan pembukaan lahan baru, melainkan memulihkan dan mengembalikan fungsi lahan pertanian yang terdampak"kata Rustam

Selain itu, Rustam Effendi juga mengharapkan pemerintah membangun Pusdiklat disetiap Kbupaten/kota,

"SPI sudah sejak lama merekomendasikan supaya dibangun balai diklat disetiap kabupaten/kota. fungsinya adalah memberikan pelatihan tentang teknologi pertanian temasuk pembibitan dan pupuk, kita harapkan nantinya pada saat seperti ini misalnya petani tidak lagi bingung dan dapat dengan cepat kembali menfungsikan lahannya sehingga kita dapat melewati momok menakutkan bernama krisis pangan itu" ucapnya

Jurnalis : Vero Escobar

Komentar
Konten Terkait