Semangat Inovasi - KliKata.co.id

Pemilu 2024 Berpotensi Sengketa, Bawaslu Bukittinggi Melakukan Antisipasi
Bawaslu Bukittinggi
News / Daerah

Pemilu 2024 Berpotensi Sengketa, Bawaslu Bukittinggi Melakukan Antisipasi

Minggu, 11 Februari 2024 14:21 WIB oleh admin

Klikata.co.id|Bukittinggi|Sehubungan dengan pelaksanaan tahapan pemilihan umum tahun 2024 yang memasuki tahapan pemungutan dan penghitungan suara, Bawaslu Kota Bukittinggi melaksanakan Rapat Fasilitasi Persiapan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum yang dilaksanakan di Rocky Hotel Bukittinggi, Sabtu (10/02).

Rapat Fasilitasi tersebut adalah bentuk persiapan dan penyamaan persepsi dalam menghadapi perselisihan hasil pemilihan umun jika dikemudian hari terjadi. Adapun kegiatan tersebut dihadiri oleh Unsur Bawaslu, KPU, Panwascam, PKD, PPK se kota Bukittinggi, TNI/POLRI, Kesbangpol, KIPP, Tim Paslon Capres -Cawapres, dan perwakilan partai politik se-Kota Bukittinggi.

Ruzi Haryadi, Ketua Bawaslu Kota Bukittinggi dalam wawancara dengan klikata.co.id menyampaikan bahwa kegiatan tersebut adalah bentuk persiapan dalam menghadapi kemungkinan sengketa hasil pemilu nantinya.

"Kegiatan ini untuk persiapan dalam menghadapi kemungkinan sengketa hasil pemilu nanti yang akan diajukan oleh peserta pemilu partai politik kepada Mahkamah Konstitusi." kata Ruzi Haryadi

Lebih lanjut, Ruzi juga menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan narasumber mantan anggota dan Ketua Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Elly Yanti, S.H. dengan materi teknik penyusunan keterangan tertulis dalam menghadapi perselisihan hasil pemilihan umum.

"Dalam kegiatan ini kita menghadirkan narasumber buk Elly Yanti, S.H. mantan ketua dan juga mantan anggota Bawaslu Provinsi Sumatera Barat kemudian kita juga dari Bawaslu Kota Bukittinggi memberikan materi kemudian juga sisi terakhir kita juga diskusi dengan menghadirkan pematerinya dari KPU Kota Bukittinggi." kata Ruzi Haryadi

Diakhir wawancara, Ruzi Haryadi kembali menegaskan bahwa kegiatan tersebut persiapan untuk perselisihan hasil, dan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, yang mana setiap jajaran pengawas pemilu akan terlibat didalam nya.

"Kegiatan ini persiapan untuk perselisihan hasil tentu kita mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi dan seluruh jajaran pengawas pemilu kemudian KPU itu punya kepentingan dalam perselisihan hasil karena KPU nanti bisa saja menjadi pihak termohon untuk sengketa hasil kemudian partai politik akan menjadi pemohonnya dan Bawaslu nanti akan menjadi pemberi keterangan nanti di MK." kata Ruzi Haryadi (Imron Amirullah)

Komentar
Konten Terkait