Semangat Inovasi - KliKata.co.id
Klikata.co.id|Bukittinggi|Upaya masyarakat Adat Nagari Kurai V Jorong, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat melalui Ninik Mamak dan Parik Paga Nagari Kurai (PPNK) terhadap kelanjutan pendidikan anak kemanakan yang sebelumnya tidak lolos dalam seleksi administrasi PPDB tahun ajaran 2023/2024, tingkat SLTA telah membuahkan hasil.
"Alhamdulillah, sedikitnya 54 orang anak kemanakan kita nyaris tidak diterima lewat zonasi di tingkat SLTA di kota ini, kini sudah masuk sekolah, dan PPDB perlu di evaluasi oleh pihak terkait" ujar Sekretaris PPNK V Jorong, Amrizal, St. Marajo kepada klikata.co.id, Kamis (28/7/2023).
Amrizal didampingi oleh Ade Firman Jambak, SH, mengatakan bahwa puluhan anak kemanakan tersebut diterima sebagai siswa sesuai zonasi masing-masing. Ada yang diterima di SMAN 2 Bukittinggi, SMAN 3 Bukitinggi, SMAN 4 Bukittinggi dan SMAN 5 Bukittinggi. Amrizal juga mengucapkan ribuan terima kasih pada semua pihak yang telah membantu terkait permasalahan PPDB di Kota Bukittinggi.
"Meski agak terlambat, bagaimanapun kami perlu mengucapkan terimakasih. Diantaranya ucapan terimakasih kami tujukan kepada Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 1 provinsi Sumatera Barat, Anggota DPRD Bukittinggi Ibra Yaser, para Kepala Sekolah masing-masing SMAN Bukittinggi dan tokoh-tokoh masyarakat beserta Niniak Mamak yang turut peduli pendidikan," kata Amrizal
Aksi Masyarakat & PPNK Kurai V Jorong
Dampak dari 54 Calon Siswa yang ikut PPDB tidak lolos adminitrasi membuat masyarakat, niniak mamak, beserta parik paga nagari kurai v jorong, menyegel pagar gedung sekolah. Salah satu pagar sekolah yang disegel pada Kamis (13/7/2023) lalu itu adalah SMAN 3 Bukittinggi.
"Kami lakukan tindakan demikian, bukan bermaksud menghalangi-halangi aktivitas belajar mengajar. Tapi ingin tahu, kenapa anak nagari yang berada di zonasi sekolah tidak diterima, sebelumnya kami telah menyampaikan potensi permsalahan ini ke Anggota DPRD Kota Bukittinggi dan Provinsi Sumatera Barat" ucap Amrizal
Akar Masalah PPDB
Kepala Sekolah SMAN 3 Kota Bukittinggi, Sefriadi kepada wartawan menerangkan, puluhan calon siswa tidak lolos saat PPDB 2023, disebakan keterbatasan daya tampung.
"Permasalahan-nya akibat keterbatasan daya tampung sekolah, sedangkan pendaftar cukup banyak. Kita tidak bisa berbuat banyak, sebab instruksi terkait daya tampung wewenang pihak provinsi," kata Sefriadi
Lebih lanjut, Sefriadi menjelaskan bahwa pada umumnya calon siswa yang tidak diterima, memang berada di zonasi sekolah tersebut. Akar dari permasalahan memang terletak pada daya tampung.
"Pada PPDB tahun ajaran ini, kita hanya bisa menerima 294 siswa," jelas Sefriadi
Terpisah, salah seorang wali murid, Sri Hartati, mewakili puluan orang tua murid lain, melakukan hal sama seperti dilakukan PPNK V Jorong yakni ucapkan terimakasih kepada pihak yang membantu mereka.
"Kini, anak-anak kami sudah bisa mengikuti berbagai mata pelajaran di sekolah. Untuk itu, kami mengucapkan beribu-ribu terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berjuang untuk anak didik, Inyiak Rajo Ameh (Ninik Mamak), Bapak Ibra Yaser dan tentunya PPNK V Jorong," kata Sri. (An Koto)